Komunikasi yang efektif dalam pengasuhan anak

Jadi setiap bulan disekolahan kakang itu ada acara parenting. Dulu waktu gw menjabat hoek   sebagai ketua POMG rutin banget. Nara sumbernya ya dari kita2 ibu2 yang punya keahlian yang bisa dishare ke yang lain.

Alhamdulillah tahun ini ganti pengurus acara parenting tetep ada, tapi ya gitu deh isinya lo lagi lo lagi alias kita pengurus lama, dan juga ibu2 orangtua murid lainnya yang mana ibu2 TK B.
TK A nya cuma 3 orang!! Walah, piye iki?

Pengisi acara kemaren adalah Pa Oni Kelana alias Pak Oke.
Langsung aja ya ke materi. Kemarin itu bagus menurut gw materi yang dia bawain, berhubungan banget sama keseharian kita para orangtua yang sulit berkomunikasi sama anak2 kita.

Dalam keluarga penting banget mengadakan kegiatan bersama seperti sarapan dan makan malam. Karena di saat2 itulah kita bisa berkomunikasi dengan anak2 kita, entah soal kegiatannya disekolah, atau apa yang dia lakukan seharian.
Kadang sehari2 kita sibuk sama gadget ketika sedang bersama keluarga. Makanya ada pepatah, gadget, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
Komunikasi itu sangat penting. Dari hal kecil aja kita perhatikan anak2 kita.
Dimulai dari keluarga, dalam sebuah keluarga itu kita harus bangun cinta, agar anak2 kita tumbuh menjadi anak yang ceria dan bahagia.

Kita harus jadi orangtua yang narsis. Ko narsis sih?Iya narsis disini bukan #selfie ya, tapi lebih ke percaya diri agar bisa menciptakan generasi yang takwa. Kalau orangtuanya percaya diri, anak percaya diri anak akan memiliki intelegensi yang akan menjadikan anak kompetensi.

Cara anak berkomunikasi adalah dengan 2 cara:

1. Verbal
2. Bahasa tubuh

Bagaimana cara kita berkomunikasi dengan pola pikir anak?karna kalau salah akan terdapat hambatan.
Ini berhubungan dengan otak kiri dan otak kanan. Karna anak usia 0-9 tahun didominasi oleh otak kanan sedangkan kita selalu mengajarkan secara step by step. Ga akan ketemu. Selalu hargai sekecil apapun prestasi anak. Apresi kita sangat penting untuk si anak.

Cara kita berbicara dengan anak :

1. Tidak bicara tergesa-gesa.
Sebab :
– Kemampuan anak menangkap pesan masih terbatas.
– Tidak memberi kesempatan pada anak untuk menganalisa pesan
Akibatnya :
Anak tidak memahami pesan yang disampaikan dan orang dewasa menjadi emosi.

Contoh :
Kita menyuruh anak untuk cepat2 pakai kaos kaki dan sepatu karna takut kesiangan kesekolah, anak belum sarapan.
Yang ditangkap anak hanya kata2 kita yang terakhir. Apalagi kalau anak kita laki2. Karna anak laki2 kemampuan menangkap pesan lebih sedikit dibandingkan dengan anak perempuan.

2. Membaca Bahasa tubuh anak
Sebab :
– Bahasa tubuh tidak pernah bohong
– titik artikulasi belum tepat
– komunikasi belum sempurna
Akibatnya :
– tidak akan memahami anak
– anak akan mudah sekali emosi

Contoh : kita memaksa anak untuk menghabiskan makanan karna takut si anak sakit, padahal bahasa tubuh si anak sudah seperti ingin muntah.

3. Mendengarkan perasaan.
Kalau anak bercerita dengarkan.
Caranya :
– tandai pesan jangkau rasa. Supaya dia bisa menyalurkan emosi. Saluran emosi yang positif akan menjadikan      anak memiliki kemampuan verbal yang meningkat.
– buka komunikasi dengan emosi.
Kita ikut berekspresi terhadap emosi si anak. Kita harus responsif.
contoh : si anak bersemangat cerita kalau tadi dia bikin pesawat terbang dari dus bekas disekolah, ekspresi kita
harus lebih bersemangat dari si anak, maka si anak akan merasa bahwa dirinya dihargai, dan ditanggapi.
Karna di usia golden age saluran otak anak berkembang lebih pesat. Anak sedang masanya mencari tahu.
Tatap matanya, berhadap2an, face to face.

4. Mendengarkan aktif
Untuk :
– membangun hubungan sosial.
Sejak kecil apabila kedua orangtuanya pendiam kemungkinan besar si anak pun akan menjadi anak yang pendiam. Karna pada saat usia golden age tidak ada memory tentang hubungan sosial dengan orangtua maupun orang lain yang tersimpan di long term memorynya.
– membangun percaya diri
Anak ekspresif lalu kita merespon, si anak menjadi percaya diri kemudian anak akan berprestasi.
Mulai dari rumah kita harus bangun hubungan sosial yang  baik. Karna kalau tidak anak akan mencari dari luar rumah kenyamanan yang seharusnya didapat dari keluarga.
Kita harus hati2 dengan mendidik anak di era global seperti sekarang ini, betapa dunia maya sangat jahat. Prefrontal cortex anak akan diracuni dengan hal2 seperti pornografi, kemampuan spiritual anak dikikis. Pada saat seseorang mendapatkan kenikmatan/kenyamanan saat menonton film yang berbau pornografi, hormon dopamin dilepas tetapi prefrontal cortex si anak belum tau atau belum bisa memutuskan/siap kalau itu salah atau benar.
Bagaimana anak mau mendengarkan kalau kita bicara? ya bangun komunikasi yang baik sejak anak usia dini.
Caranya :
Menjadi cermin yang memantulkan perasaan anak kemudian anak akan merasa dihargai.

5. Tentukan masalah siapa
Sebab:
– karna tidak semua anak butuh bantuan kita/membutuhkan bantuan yang diperlukan oleh anak.
Akibatnya :
– anak tidak terbiasa mengatasi masalahnya sendiri.
– anak menjadi ketergantungan
– anak tidak memiliki ketahanmalangan
– anak tidak terlatih untuk mengambil keputusan.

6. Gunakan pesan saya.
Untuk : melatih memahami perasaan oranglain.
Caranya misalnya :
Bunda perasaan kita takut kalau kode perilaku anak kakang naik2 ke jendela, karena nanti bisa jatuh konsekuensi yang ditanggung anak.

Apa yang harus dihindari :

1. Memojokan dengan rasa bersalah
Kondisi :
Meminta/membuat anak merasa bahwa dalam posisi orangtua resiko mengucilkan anak2nya dari mereka sendiri.
Harusnya :
membangun komunikasi dengan bertanya alasan dan kenapa, lalu beri dia dukungan. Jadi dia punya alasan kenapa tanpa ada rasa bersalah.
contohnya :
Anak bermain disekolakan, biarkan. Kalau sudah puas, tanya seru ga?dapet ikan?lalu sampaikan kalau disekolan itu banyak kuman, kotor tempat saluran pembuangan, kalau main didalam selokan kumannya bisa bikin sakit perut. Nanti ketika temennya ngajak main lagi masuk kedalam selokan maka si anak sudah tau resiko yang akan dia dapat kalau bermain didalam selokan.

2. Jangan menggunakan kata sarkasme atau sindiran
Kondisi :
Mengatakan hal yang berlebihan
Dampak nya anak akan sakit hati.

3. Menguliahi.
Kondisi : terlalu mengarahkan dan menyetir, anak tidak akan mendengar malah akan melakukan sebaliknya
Dampaknya anak akan kehilangan rasa percaya diri.

 

Jadi intinya dalam membangun komunikasi dengan anak kita harus apresiasikan apapun yang anak lakukan, buat hubungan sosial yang baik, komunikasi yang baik dengan anak agar anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s