Alpukat dan manfaatnya.

 

Alpukat, Si Lembut Bernutrisi Tinggi


BAYANGKAN, bila saat berbuka puasa Anda ditemani oleh semangkok minuman es teller. Wuiih, rasanya pasti nikmat sekali. Ada kelapa muda yang lembut terasa lezat di lidah. Rasa manis dari gula dan susu sungguh membuat badan menjadi bugar. Aroma wangi dari nangka membuat selera minum menjadi bergairah. Es batunya yang dingin membuat tenggorokan terasa segar. Dan yang tak kalah lezatnya… buah alpukatnya. Rasanya yang gurih, lezat, dan lembut dengan aroma khas membuat kita selalu ketagihan. Sayangnya, banyak orang terutama para wanita yang khawatir makan alpukat. Takut menjadi gemuk katanya. Benarkah?

Buah ini mempunyai nama latin persea gratissima gaertn dengan sinonim persea americana, mill. Di tatar Pasundan biasa disebut dengan apuket, alpuket, atau jambu walanda. Berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Diperkenalkan kepada penduduk Eropa oleh Martin Fernandez de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol pada tahun 1519. Sejak itulah, alpukat banyak dikenal oleh penduduk dunia. Sedangkan Belanda memperkenalkan ke Indonesia pada abad ke-19. Saat ini, negara-negara produsen penghasil alpukat adalah Amerika Serikat, Hawai, Australia, Kuba, Argentina dan Afrika Selatan.

Kandungan dan manfaat

Dalam buah alpukat terdapat berbagai zat dengan nutrisi yang sangat tinggi. Setiap buah alpukat memiliki kandungan 11 vitamin dan 14 mineral yang meliputi protein, niasin (vitamin B3), riboflavin (vitamin B2), vitamin C, kalium. Kadar asam lemak jenuh pada buah alpukat tergolong rendah sehingga dapat dimakan oleh siapa saja dan berapa pun jumlahnya. Alpukat tergolong buah yang memiliki kadar lemak dan kalori yang tinggi. Buah alpukat mengandung Vitamin A, Vitamin C, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan Vitamin D. Kandungan terbanyak adalah vitamin A.

Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal (lemak baik) dan asam oleat yaitu suatu zat yang dapat mengurangi risiko berbagai penyakit kanker termasuk kanker payudara.

Buah ini juga dikenal sebagai sumber lemak yang sangat tinggi, yaitu 14,66g per 100g. Kandungan lemak ini melebihi durian, yaitu mencapai dua kalinya. Hal itulah yang menyebabkan sebagian masyarakat menjadi khawatir untuk mengkonsumsinya, terutama kaum wanita dengan alasan takut menjadi gemuk. Faktanya, alpukat memang mengandung lemak yang tinggi tetapi umumnya terdapat dalam bentuk lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid =MUFA).*penting banget nih buat kita para cewe yang takut makan alpukat*
Kandungan asam lemak jenuh pada alpukat adalah 2,13g/100g sedangkan lemak tidak jenuh tunggalnya (MUFA) mencapai 9,8g/100g. Mengonsumsi asam lemak dalam bentuk MUFA, seperti yang ada dalam alpukat, justru dapat memperbaiki kadar kolesterol dan memproteksi kerusakan arteri (pembuluh darah). Lemak alpukat juga mengandung asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA) dengan kadar 1,82g/100g daging buah. Manfaat PUFA pada alpukat sama dengan yang ada pada ikan laut. Konsumsi MUFA dan PUFA dalam jumlah yang cukup akan memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi tubuh.

Bila Anda menderita sariawan, ambillah buah alpukat yang sudah matang. Beri 2 sendok makan madu murni, diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh. Untuk yang kulit mukanya kering, ambil buah alpukat yang masak, lumatkan seperti bubur. Oleskan pada muka sebagai masker. Setelah mengering, basuh dengan air. Mudah kan? Masih takut makan alpukat? Rugi, lo!**

Toto Suhendro
Pendiri Istana Tanaman Obat TOGAPURI di Cilembu, terapis holistik berbasis herba, petani tanaman obat, mantan Ketua ASPETRI Jawa Barat.
**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s