Allah maha baik

Allahuakbar!
Speechless deh.
Keluarga kami lagi dikasih rejeki bertubi2. Ya gw anggap ini sebagai rejeki, karna Allah sayang sama kita, karna Allah kasih perhatianNya ke kita.

Dari mulai ayah sakit sampe ga masuk kerja 3 hari, lanjut kakang demam 3 hari, lalu ade zazu demam seminggu sembuh 2 hari lanjut diare karna virus, udah gitu pulang kerumah gw yang tumbeng sampe harus diinfus untuk masukin obat, besoknya kakang tiba2 muntah dan diare juga. Subhanallah.

Ikhlas kami terima ya allah.
Tadi malem ade zazu demam lagi semaleman.
Ya Allah kalau memang ada dosa yang udah kami perbuat, tolong jangan anak2 kami yang menanggung sakitnya 😭😭😭
Lalu hal paling krusial dateng juga.
Sempet curhat juga kebingungan sama ayah.
Mungkin kita connect pas bersimpuh sujud pas solat meminta sama2 buat dilancarkan semuanya.

Ya allah merinding deh, doa kami dibayar tunai.
Sampe amazing ngobrol tadi malem sama ayah, ga tanggung2 diluar dugaan kami.

Pagi ini kami bisa senyum sumringah, ade zazu pun insyaallah sehat terus ya sayang.

Jadi, buat kalian yang merasa lagi dikasih cobaan, harus bersyukur. Yakin sama doa kalian sekecil apapun, walo hanya dalam hati dan kalian berbisik, ingat Allah pasti denger, Allah pasti tahu apa yang kita butuhkan, bukan yang kita perlukan.
Disaat semuanya buntu, ingat hanya kepada Allah kita memohon.
Ada istilah ketika tak ada bahu untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud.

Emang bener dengan kita dikasih cobaan disitu kita dicolek buat lebih mendekatkan diri sama Allah.
Insyaallah bisa jadi insan yang selalu menjalankan hidup sesuai syariat islam. Amiiin.

Seputar diare dan muntah

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa': 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.
Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)
Sakit akan menghapuskan dosa
Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)
Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)
Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya
Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)
Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah
Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.

Source here

Sebulan ini berasa banget disayang Allah. Berturut2 mulai dari kakang, ayah, ade zazu lalu gw.
Ayah sakit flu berat sampe ga bisa kerja dan harus istirahat dirumah, kakang juga sampe demam. Kemudian ade zazu mulai demam seminggu, sembuh 3 hari lanjut diare dan muntah yang mengharuskan ade untuk opname. Subhanallah.
Lalu setelah kepulangan ade zazu kerumah gremeng2 itu udah gw rasain sejak pertama kali dateng ke rumah sakit. Cm namanya ibu perkasa ya ga dirasa, telat makan pun cuek bebek. Ternyata perabot tua ini ga kuat juga. Pulang kerumah malah meriang makin menjadi, kurang tidur, masuk angin pun campur aduk jadinya.

Ditambah lambung yang kambuh, menyebabkan diare dan muntah2 juga sakit kepala hebat. Sabtu masih bertahan diem dirumah, segala obat yang bisa dibeli bebas diapotik dibeli sama ayah dan ditenggak langsung. Hasilnya? Ga ada perbaikan.

Yang sedih hari sabtu kakang mogok manasikan, maunya ditemenin sama bunda. Huhuhu. Mana neneknya ngejar kereta pagi kudu dianterin ke stasiun pulak. Rasanya pengen membelah diri.
Alhamdulillah setelah prosesi yang panjang dan sogokan yang dijanjiin sama ayah akhirnya kakang mau ngikutin semua rangkaian manasik tapi ga mau pakai baju ihram. Ternyata ini yang bikin kakang ga mau ikutan, karna pas latihan disekolah diledekin sama temen2 perempuannya dikelas kalo pake baju ihram keliatan keteknya. Ya ampun nak, kamu malu yaa*peluk erat*

Dikirim foto sama kepala sekolahnya kakang.

IMG_6237-2.JPG

Dan Hari minggu ini seharusnya kami sekeluarga hadir diacara pernikahan adik sepupu kami endah. So sorry ya teh we can’t make it. Hiks. Udah bikin seragaman padahal kita.

Huhuhu. Jadinya hari minggu pagi kita malah balik lagi ke hermina. Bundanya diinfus masukin obat sempet muntah pas dimasukin obat.

IMG_6220-0.JPG

Alhamdulillah ga perlu rawat. Pulang kerumah masih sempet muntah dan masih mencret. Tapi setelah minum obat mendingan bisa masuk makanan.

Jadi merenung dosa kami banyak dan Allah begitu baik meluruhkan dosa2 kami yang lalu. Mungkin dalam kehidupan sehari2 kami banyak menyinggung perasaan sesama, lupa bersedekah dan masih banyak lagi dosa yang kami perbuat mohon dibukakan pintu maaf yaa.

Dan sore ini kakang mulai muntah udah 4x dan mencret. Ya allah mudah2an hanya hari ini aja ya allah hamba mohon, dan berikan lah kami sekeluarga kesehatan. Amiiin.
Hiks.

Brotherhood

Kadang kalo kakangnya ga ada adenya cari2, dan gitu juga sebaliknya.
Kakangnya itu keliatan sayang banget sama adenya, tapi suka rese deh ganggu adenya, ditambah adenya pun jahil luar biasa. Ga jarang malah kakangnya yang dibikin nangis hahahaha.

Ceritanya kakangnya jenguk ade yang dirawat si RS, begitu liat nampan makanan adenya “bunda aku lapar”
Hahahhaa. Dan habislah itu makanan adenya cm sisa nasi lembek aja, ternyata pas ade bangun ditawarin makaroni mau aja hahahaha.
Jadi request menunya sop makaroni mangkuk besar.

Lalu datanglah cemilan makaroni saus sosis gt deh, langsung deh kakang mangap2 ade juga. Lucu deh malah adenya nyuapin kakang dari dalem crib.

IMG_6177-1.PNG

Akur terus selamanya ya boys 😘😘😘
I love you to the moon and back!!!

Get well soon baby 😘

This is the hardest part for me.
Selain PMS yang bikin sensitif ga jelas, ditambah zazu yang baru sembuh tiba2 mencret dan muntah. Alhasil hari ini kudu opname karna pupnya cair terus2an, anaknya lemes ga mau makan, drpd ngambil resiko ga peduli apa kata orang gw putuskan untuk rawat. Dokter sendiri menganggap kalo anaknya baik2 aja. Well, 24 jam anaknya sama gw, yang tau kondisinya kan eike ya bok.

Sebel adalah ketika semalem ke RS bertiga sama kakang, nyetir sendiri yang mana blm punya SIM. Ditengah jalan zazu muntah, nlf ayahnya masih meeting. Pppfffftttt.
Semalem sih gw udah putusin ya rawat aja, cm dokternya tampak masih yakin anaknya baik2 aja. Ga lemes. Mungkin tingkat lemes dan ga lemes tiap anak beda yaa. Zazu itu termasuk anak yang ga bisa diem. Disaat dia sakit pun tetep aktif. Jadi ga harus tunggu anaknya ga bisa ngapa2in kan baru opname.

Ya namanya ibu emang perkasa ya, and i’m proud of it!
Ngerjain semua sendiri, ya sudah lah yaa.
Jadi penyakitnya GE, entah penyebabnya apa, yang pasti gw yang lalai, gw yang salah terlalu cuek sama zazu.
Get well soon my love 😘😘😘

IMG_6150.JPG

Please go away!!!

Ini kedua kalinya zazu rewel pake banget!
Dan rada ga normal demamnya ini.
Gong nya itu adalah pas adzan magrib tiba2 nangis kejer dan badannya kejet2.
Ingetlah ya kalo malem ini malam jumat langsung otomatis bacain ayat kursi, makin panik kenapa ini anak makin kejer nangisnya meronta2, refleks bacain ayat kursi sampe jerit2.
Ya allah yang terjadi malah zazu melenting nangis sampe bibirnya membiru 😭😭😭
Keringet gede, dingin kaki tangan juga dingin.
Dia kepengennya diem didapur yang mana dapur gw itu setengah terbuka dan ada taman kecil disamping dapur belakang jendela kamar. Diujungnya ada pompa air yang udah lama rusak. Nunjuk2 lah zazu ke arah situ sambil tangannya kibas2 yang mungkin artinya shuh shuh shuh gt kali yaa. Baru setelah nangis lama dia diem.
Kejadian berulang pas adzan isya. Tapi hanya 15 menit.
Dan susah makan dimulai hari ini. Sigh.
Ada apa ya sama anak2 gw, kenapa mereka terlalu sensitif sama yang gituan.

Ya allah lindungi anak2 gw dari godaan setan yang terkutuk.
Amin.

Sapu2 rumah

Assalamualaikum, halo apa kabar semuanya? Ampe berdebu dan dipenuhi ilalang blog ini saking udah lama ga ditengokin dan di huni hehehe.

Sebenernya betapa banyak yang pengen diceritain tapi entah harus memulia dari mana 😂😂😂

Dimulai dengan sapu2 rumah dulu biar bersih kalo mau ditinggalin lagi.
Semoga kalian semua sehat yaa..

Minim empati

Akhir2 ini Dinda jadi trending topic di sosial media, kenapa? Karena statusnya dia yang bikin emak2 yang pernah hamil geram.
Gw ga akan kasih link atau foto capture-an si Dinda, tapi gw ceritain aja sedikit ya.
Jadi si D ini bikin status dia kesel sama ibu2 hamil yang seenaknya minta kursi dikereta, mentang2 hamil jangan seenaknya, kalo mau enak kaya gw dong pergi subuh ngejar kereta demi bisa duduk dikereta.

Di satu sisi dibenarkan sama temen gw pengguna kereta dan tapi dia juga pernah hamil.
Memang kondisi saat pergi dan pulang kerja dikereta itu kaya berebut nyawa, berdesak2an dorong2an demi bisa naik kereta dan ga kesiangan kerja.
Tapi yang disayangkan dari si D ini bahasanya itu loh gw yang baca aja ikutan geram.
Ga sedikit loh pada akhirnya yang me- repath momentnya si D ini dan akhirnya dibully rame2, ada yang bikin berbagai macam joke juga, sampe perhitungan akuntan yang dibikin dari pernyataan dinda tentang pengeluaran ongkos yang dia keluarkan sampe tiba dikantor, kenapa ga ngekos aja??? gw salah satunya yang me repath ini

Apa anak jaman sekarang empatinya ga ada ya sama sekitar?
Ibu hamil kan dia bawa2 1 nyawa ya kemana2?
Gw pernah ngerasain soalnya asli rempong banget bawa tas gendong pegangin kakang lagi hamil zazu 5 bulan gede loh perut gw bukan buncit naik bis, banyak aja bapa2 dan mba2 yang masih seger buger duduk manis dan gw berdiri. Cuma bisa elus dada aja sih kalo gw.
Karna karma does exist, ga ngedoain juga yang jelek2 ko, ga ada gunanya cm bikin kita sama kaya mereka dong?

Balik lagi ke D di statusnya itu banyak yang komen perihal yang sama, duh ibu hamil kok manja, pasang earphone pura2 tidur aja, sampe cuekin aja lah.
Dimana ya empati mereka, mereka masih punya ibu ga ya? Walopun mereka udah berjuang untuk dapet tempat duduk di kereta tapi apa hati mereka ga tergerak melihat seseorang yang lebih lemah butuh duduk dari mereka untuk berdiri?

Sebenernya ini hanya masalah hati aja sih, apa mereka masih punya hati sedikit untuk berempati terhadap sesama? Atau udah ga ada sama sekali?

Sekali lagi ini peer gw buat didik kakang dan zazu supaya mereka lebih peduli sama sesama, lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.